Rabu, 02 Desember 2009

TRAINING WIRA USAHA







Program kerja yang di lakukan yayasan binterbusih bekerja sama dengan LPMAK (lembaga pengembangan masyarakat amungme kamoro) timika, berupa training kewira usaha yang di lakukan tanggal 15 November – 21 November 2009 di godean Jogjakarta. Dimana peserta training terdiri dari 12 orang yang berasal dari Semarang,Surabaya,Jakarta dan jogjakarta. Kegiatan yang mendapat perhatian penuh dari peserta dan berjalan dengan baik serta perlu di kasih apresiasi.
Sambutan yang di sampaikan oleh Direktur Yayasan Binterbusih Drs. Paul sudiyo bahwa, jumlah peserta bukan menjadi ukuran tetapi kualitas yang akan di capai menjadi perjuangan ke depan, oleh sebab itu kesuksesan bukan datang dari orang lain tetapi itu berasal dari pribadi masing-masing, untuk itu semangat dan niat untuk mengembangkan usaha di papua menjadi modal bagi kita semua lebih khusus bagi kita yang mau di training ini.karna dengan membuka usaha kita bisa membantu diri sendiri dan membuka lapangan kerja bagi orang lain juga.

Kegiatan demi kegiatan dilewati bersama dan Pada tanggal 17 – 19 November 2009 peserta training di bagikan dalam 3 kelompok yang selanjutkan di tempatkan (turun lapangan) pada tempat pembuatan tenun, genteng dan kerajinan bambu. Pada kesempatan ini peserta di minta untuk mempelajari proses yang di lakukan dan terlibat langsung dalam pembuatan tenun, genteng dan kerajinan bambu. Pada hasil evaluasi lapangan peserta memaparkan hasil yang di capai dalam bentuk laporan yang selajutkan di presentasikan di adapan forum. Ada beberapa peserta yang merasa puas walaupun menurut mereka waktunya kurang cukup. dan bisa mengerti mengenai apa yang di pelajari selama 3 hari di lapangan untuk di kembangkan di papua ketika pulang nantinya. Menurut mereka bahan baku yang di gunakan sangat sederhana dan ketersediahan bahannya cukup banyak di papua sehingga mudah untuk di kembangkan.

PEMBUATAN BUSINESS PLAN

Tumbuhnya era global dan otonomi daerah (tidak terlepas juga pada institusi dalam hal ini pemerintah), persaingan yang makin ketat dan tajam, setiap institusi mau tidak mau harus mempertinggi daya saingnya dengan membuat perencanaan atau Business Plan yang baik, efisien, efektif dan strategis.
Untuk mengembangkan kegiatannya jelaslah Business Plan sangatlah dibutuhkan, karena mempunyai beberapa manfaat diantaranya :
1. Dengan Business Plan kinerja perusahaan atau intitusi dapat dievaluasi dengan parameter yang tetap dan berkesinambungan.
2. Business Plan dapat berfungsi sebagai alat belajar dengan cara berpikir yang sistematik seawal mungkin dan berkesinambungan.
3. Sebagai proses identifikasi perubahan, sejarah menunjukkan bahwa dari tahun ketahun terjadi perubahan baik secara ekonomi maupun politis, serta terjadi perubahan pola-pola kompetisi dari berbagai perusahaan atau intitusi yang ada, sehingga perubahan ini sangat perlu diamati dari waktu kewaktu dan diperhitungkan dalam Business Plan sebagai parameter dalam membuat keputusan.
4. Sebagai alat untuk menyakinkan pihak manajemen yang akan menanamkan dananya (Investor).

Siapa yang berkepentingan dalam proses pembuatan Business Plan ?
Proses pembuatan Business Plan melibatkan seluruh jajaran staf di perusahaan atau intitusi tersebut. Jadi tidak benar kalau hanya diserahkan kepada “unit bisnis tertentu” saja. Dalam proses pembuatan Business Plan, dikenal adanya proses “Top Down” (dari atas kebawah), yakni penetapan arah dan target perusahaan atau intitusi dari pimpinan untuk dijabarkan ke dalam Business Plan oleh unit-unit dibawahnya.
“Bottom Up” (dari bawah keatas) yakni penetapan sasaran usaha dari unit-unit dalam perusahaan atau intitusi dan disampaikan kepada atasan untuk diteliti dan disetujui. Dalam proses ini staf diberikan keleluasaan untuk memaksimalkan pengalaman dan kemampuannya dalam menyusun Business Plan. Business Plan bisa baik kalau setiap orang yang terlibat mematuhi dan disiplin terhadap apa yang sudah ditetapkan dan melaksanakannya sehingga apa yang digagas menjadi kenyataan yang diharapkan.

Kerangka dalam Pembuatan Business Plan
Ada banyak kerangka (muatan) dalam Business Plan. Tetapi kesemuanya haruslah merupakan turunan (derivasi) fungsi yang dikandung oleh Business Plan dimaksud. Kerangka berikut merupakan satu bentuk yang dapat saja diperkaya dengan berbagai masukan. Kerangka ini memuat pokok-pokok :
A. Excecutive Summary (Peninjauan umum kenerja usaha)
Dalam bagian ini pembuat Business Plan harus dapat menyajikan dengan singkat dan jelas keadaan kinerja usaha kepada pembaca Business Plan, sehingga dapat melihat sekilas keadaan yang sebenarnya dan harapan apa yang akan dicapai dimasa yang akan datang. Indikasi yang paling tepat dalam melihat hasil kinerja usaha dapat dilihat dari laporan Rugi/Laba (Profit and Loss) usaha. Untuk itu ditampilkan kumpulan data R/L selama lima tahun berturut-turut yang telah lalu, sekarang dan proyeksi lima tahun mendatang.
B. Pendahuluan
Didalamnya berisi muatan ; Latar belakang usaha, Rumusan misi dan visi usaha, Tujuan, Indikator keberhasilan pencapaian tujuan, Asumsi-asumsi penentu keberhasilan pencapaian tujuan.
C. Analisis Jasa
Produk/jasa merupakan bagian utama dari pencapaian objectivitas karena Produk/jasa harus dijual untuk mendapat revenue (pendapatan). Oleh karena itu produk/jasa harus dilihat dengan ketelitian yang mendalam agar mampu dijual dan bersaing dengan produk/jasa sejenis di pasaran.
Kebijakan sekitar produk/jasa mencakup banyak hal diantaranya; Kualitas/ sarana dan prasarana dari jasa tersebut, produk/jasa dalam Kemasan
D. Tinjauan Aspek Kompetisi
Untuk mendukung aspek kompetisi ini, a). Perlu adanya suatu data mengenai, daftar kompetitor dengan semua produk/jasa yang sejenis. b). Volume penjualan pesaing, pangsa pasarnya, aktivitas mereka dalam promosi dan pemasaran berikut kekuatan dan kelemahannya. C). Daftar kejadian–kejadian penting dimasa lalu dan akan datang dalam bidang ekonomi, politik, faktor-faktor resiko usaha umum atau khusus yang berpengaruh langsung pada aktivitas usaha.
E. Pasar dan Pemasaran
Pada dasarnya pasar dapat diartikan sebagai tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, atau tempat di mana kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran saling bertemu untuk membentuk suatu harga
1. Analisis Pasar, merupakan ulasan luas mengenai besarnya pasar secara umum
2. Pasar Sasaran, Sesudah objectives ditetapkan, kita harus tahu betul kemana produk/jasa kita akan dijual dan kepada siapa saja produk/jasa kita bisa dijual untuk mencapai objectives tersebut.
3. Strategi Pemasaran, Dalam pemasaran adanya istilah 4P atau sering disebut bauran pasar (marketing mix) yang mencakup product, price, place dan promosi. Bauran atas keempat aspek ini selalu dikaitkan dengan pasar yang telah ditetapkan, dengan pengertian ketepatan bidikan pasar tersebut perlu dirumuskan kedalam produk yang tepat untuk mereka dengan harga yang juga tepat pada lokasi yang mudah dijangkau atau tata ruang yang menyenangkan dengan cara penyampaian informasi yang tepat pula.




Catatan :
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan business plan, adalah adanya keterkaitan dalam pembahasan antar point (A,B,C…dst)

Rabu, 23 September 2009

INFORMASI UNTUK PENCEGAHAN HIV


Senin, 21 September 2009

Jogja (BA-PA), Senin, 21 September Informasi dasar HIV dan AIDS kembali disampaikan di Jogjakarta dalam kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru yang di lakukan Mahasiswa Mambramo raya Jogjakarta dengan kurang lebih 20 mahasiswa baru dan yang lama kurang lebih 30 mahasiswa. Dengan penambahan mahasiswa baru maka jumlah mahasiswa Papua asal mambramo raya di jogjakarta semakin bertambah. Waktu pelaksanaan ini di mengambil pada waktu libur kampus dalam rangka lebaran sehingga mahasiswa bisa bebas, dengan bertempat di Kontrakan mahasiswa mambramo raya babarsari-Jogjakarta. Kegiatan yang di mulai dari jam 08.00 WIB dengan perkenalan di lanjutkan dengan materi Pengenalan kampus, Moral, Manajemen Organisasi dan pada jam 16.00-19.00 Wib penyampaian materi HIV dan AIDS dasar oleh medex pakage mewakili Yayasan Binterbusih berupa : Nonton bersama film testimony ODHA selama 30 menit lalu di lanjutkan dengan materi : HIV dan AIDS bisa tertular melalui : 1. Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) 2. menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau bekas. 3.Dari ibu yang positif HIV kepada bayinya melalui proses hamil, melahirkan dan menyusui (ASI). HIV dan AIDS tidak tertular melalui : 1. Gigitan nyamuk, 2. keringat, sentuhan, pelukan ataupun ciuman' 3. berenang bersama, 4. memakai kamar mandi (toilet) bergantian, 5. memakai alat makan bersama. Pencegahan penularan HIV dan AIDS : 1. Jika belum menikah tetap harus puasa seks/ tidak melakukan hubungan seks. perzinahan, dalam ajaran agamapun di catat sebagai dosa. 2. harus tetap setia dengan pasangan anda, jangan ganti-ganti pasangan. 3. kalau tidak bisa tahan dalam melakukan hubungan seksual, harus pakai kondom. 4. hindari penggunaan jarum suntik yang tidak streril. 5. informasi hiv dan aids yang maksimal.
Dan perlu di ingat bawah tanpa informasi yang terus menerus mengenai HIV maka kasus demi kasus akan terus bertambah, karna banyak di sekitar kita yang belum mengetahui hal ini dengan baik dan benar. Salah satu kekuatan adalah informasi, yang bisa di kemas dalam bentuk apa saja sehingga memudahkan masyarakat lebih familiar dan mudah untuk di mengerti.
Pada kesempatan itu juga di sampaikan Testimoni mengenai pengalaman VCT oleh sdri maria komba yang membuat peserta makrab menjadi yakin bahwa kesehatan pribadi sangatlah penting untuk di jaga dan dipelihara, di tambahkan lagi oleh maria yang juga Peserta Program beasiswa LPMAK timika bahwa kepada mahasiswa baru, kota Jogjakarta adalah kota misterius yang menawarkan segala sesuatu secara terbuka kepada mahasiswa. Oleh sebab itu, mahasiswa hati-hati dengan segala penawaran yang ditawarkan secara bebas karna akan membuat kita terjerumus kepada kesensaraan. Fokuslah kepada tujuan kuliah dan jagalah tubuhmu agar tetap kudus.
Pada akhir pertemuan jam 19.00 wib dilakukan doa bersama oleh Medex pakage sekaligus mengakhiri kegitan makrab (Mdxp).

Senin, 21 September 2009

KEBERSAMAAN, MERAHI CITA-CITA

Senin, 21 Septeber 2009

Malam Keakraban “Dengan Persatuan dan kesatuan kita di bentuk”, Ikatan pelajar dan mahasiswa Paniai-Nabire-Dogiai daerah istimewah Yogyakarta. yang digelar Sabtu dan minggu (19-20 September 2009) di wisma gelandang Pemuda, Jombor-Yogyakarta yang berlangsung meriah dan punya makna yang mendalam.
Dari beberapa tahun terakhir malam keakraban selalu di buat oleh mahasiswa Paniai dan Nabire saja namun tahun ini telah di tambahkan dengan mahasiswa yang berasal dari kabupaten Dogiai dengan tujuan kebersamaan untuk mengembangkan daerah nantinya. Acara ini Dihadiri kurang lebih 60 orang yang terdiri dari mahasiswa lama dan mahasiswa baru. antara lain Mahasiswa dan mahasiswi serta senioritas dari Paniai, Nabire dan Dogiai.
Ketua Ikatan mahasiswa pelajar dan mahasiswa Nabire-Paniai-Dogiai (IPMAPANADO) Haris Yeimo menyatakan, bahwa tujuan utama malam keakraban adalah menyatukan pendapat dan pemikiran tentang perlunya kebersamaan para mahasiswaa untuk meningkatkan kualitas dalam perkuliahan dan pengembangan diri untuk daerah kita nantinya.
“Mahasiswa IPMAPANADO telah tersebar di kota Yogyakarta dengan disiplin ilmu dan aktifitas kampus yang begitu padat, dan banyak pula yang sudah berhasil dalam perkuliahan dengan keahliannya, namun kualitas mahasiswa menjadi pertanyaan besar yang harus di jawab oleh kita semua.” kata Haris Yeimo, sambil menambahkan, karena itulah diminta partisipasi mahasiswa IPMPANADO dalam semua kegiatan kita. bukan sekedar berkumpul tetapi diskusi dan sherring-sherring pengalaman akan terus kita lakukan demi pengembangan diri untuk daerah kita yang cukup memperihatinkan itu.
Selain untuk Keakraban, kegiatan tersebut diisi dengan pemberian materi Pendidikan yang di sampaikan oleh Sdr Longginus Pekey, materi Keorganisasian oleh Emanuel Gobay, materi adaptasi lingkungan oleh Derek Yeimo St. dan materi Manajemen kepemimpinan di berikan oleh Yayasan Binterbusih yang di sampaikan oleh Medex pakage SE.
Dalam materi kepemimpinan ada pesan penting yang di sampaikan oleh Medex bawah, Gaya kepemimpinan yang harus di mengerti oleh seorang pemimpinan adalah:
1. INSTRUKTIF.
Detail intruksi, detail kontrol dan pengawasan, sedikit keleluasaan dan besar dorongan.
Dipakai untuk bawahan yang mempunyai tingkat kematangan rendah (Tidak mampu dan Tidak mau).
2. KONSULTATIF.
Keleluasaan mulai longgar begitu juga dengan kontrol dan pengawasan. Lebih meningkatkan adanya diskusi dan konsultasi antara pemimpin dan pengikut.
Dipakai untuk bawahan yang memiliki tingkat kematangan rendah menuju sedang (Tidak mampu dan Mau).
3. PARTISIPATIF.
Menekankan partisipasi, memberi dorongan semangat, longgar dalam instruksi, perintah, pengawasan dan kontrol menciptakan kepercayaan pemimpin dan pengikut.
Dipakai untuk bawahan yang memiliki tingkat kematangan sedang menuju tinggi (Mampu tapi Tidak Mau).
4. KONSULTATIF.
Dipakai untuk bawahan yang memiliki tingkat kematangan tidak mampu tetapi mau aktif.
(Tidak mampu tetapi mau).

Dengan harapan seorang pemimpin mampu mengangkat bawahannya dari permasalahan sehingga dapat menciptakan suatu keharmonisan kerja untuk tercapainya tujuan bersama dan ini kita bias mulai dari memimpin diri sendiri.
Malam keakraban tersebut berlangsung mulai pukul 11.00 WIB diawali dengan ibadah pembukaan, dan di akhiri pada hari pertama dengan api unggung dengan suasana hening yang membuat peserta teringat akan kampung alamannya. (medex)

Sabtu, 05 September 2009

DARI LIFLET UNTUK TUJUAN BERSAMA





TONG PU INFO !!!
ini salah satu judul liflet yang akan di buat oleh tim relawan jogja tanggal 5 september 2009 jam 15.30-18.00 wib dengan mengambil tempat di asrama mahasiswa papua timika jogjakarta. info ini rencannya akan di sebarkan dalam bentuk penyuluhan; dan penyebaran informasi HIV dan AIDS kesemua kalangan namun lebih fokus untuk masyarakat yang berada di kampung-kampung karna informasi ini akan di kemas dalam bantuk bahasa daerah suku besar di papua dengan tujuan pencegahan penularan HIV lebih dini dari kampung.
liflet dalam dialek papua sehari-hari akan di buat dalam kesempatan ini juga yang penyebarannya di fokuskan pada kalangan mahasiswa dan masyarakat papua yang berada di pulau jawa dan sekitarnya.
Semangat dan Pengetahuan tentang HIV akan menjadi kekuatan untuk teman-teman relawan bisa bertahan dan akan tetap eksis.
Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak sehingga relawan merasa tidak berdiri sendiri sebagai seorang relawan tetapi ada banyak relawan-relawan yang mempunyai visi misi yang sama untuk indonesia umumnya dan khususnya untuk tanah papua dan kampungnya demikian di kemukakan oleh salah satu relawan di sela-sela pertemuan relawan.
Sukses dan apresiasi kami berikan buat rekan-rekan Relawan mahasiswa papua Jogjakarta. mereka juga akan membuat brosus, kaos, Film hiv dan lain-lainnya.

Jumat, 14 Agustus 2009

Mulai dari diri sendiri untuk memerangi HIV


Semangat baru adalah kekuatan yang di miliki oleh Relawan yogya untuk memerangi HIV yang di mulai dari diri sendiri lebih khusus untuk peserta program LPMAK, mahasiswa timika dan mahasiswa papua yogya untuk menolong sesamanya, dan disadari ada banyak hambatan yang harus di lalui dalam setiap proses ini. Namun kebersamaan dan kerjasama adalah salah satu kekuatan yang harus dimiliki. Kegiatan yang di lakukan adalah :

Nama kegiatan : Sosialisasi dan Training Relawan HIV Mahasiswa Papua Yogyakarta
Tempat : Sekertariat Mhs TIMIKA Maguwo-Yogyakarta
Waktu : tanggal 11, 16,17 dan 18 Juli 2009
Pukul : 15.30 – 18.00 WIB
Materi : Reproduksi, IMS, HIV dan AIDS, VCT (klinik), dampingan ODHA
Jumlah Peserta: 25 Peserta.
Fasilitator :
1. Medex P (Binterbusih)
2. Mas Novan (PKBI DIY)
3. Mba Anah ( KPA Propinsi Yogyakarta)

Hasil yang di capai :

Sabtu, 11 Juli 2009
Jumlah peserta : 25 Peserta
Absensi dan laporan keuangan (terlampir)
- Pembukaan
Doa ( Sdr.Felix Etereyau )
- Pengantar dan sosialisasi program (Medex p)
Program kesehatan yang dimulai sekarang adalah kegiatan yang di lakukan untuk kepantingan kita bersama. Mengingat kasus HIV yang kita ketahui bersama, jumlahnya dari bulan ke bulan terus bertambah. kasus ini bukan menyerang orang lain tetapi HIV menyerang keluarga kita (adik,kakak,om, tante dll) bahkan kitapun bisa tertular kalau informasi pencegahan dan perilaku sehat kita tidak ketahui. Kegiatan demi kegiatan akan kita lakukan sesuai dengan jadwal (terlampir)yang kita buat bersama. Kegiatan ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari teman-teman semua. Langkah-langkah dari kegiatan demi kegiatan adalah:
-Pembentukan relawan
-Mendapatkan informasi melalui training relawan selama 3 hari (perhari 2-4 jam).
walaupun tidak maksimal karna keterbatasan waktu, pengayaan akan tetap di lakukan sesering mungkin.
-Relawan akan di terjunkan ke lapangan untuk memberikan penyuluhan secara individu
maupun kelompok di mana saja dia berada (kampus,kost,asrama,kontrakan maupun dimana saja).
-Hasil turun lapangan, akan di sherring (evaluasi) selama 1 bulan 2 kali. Hasil
inipun akan di tuangkan dalam 1 form kecil mengenai informasi yang di berikan kepada klien sehingga mudah untuk mengevaluasinya.
-Sherring ini akan di lakukan selama 3 bulan pertama lalu kemudian akan mengevaluasi secara keseluruhan untuk menemukan metode yang tepat.
-Penutup, Doa pulang dan makan

Kamis, 16 Juli 2009
Jumlah peserta 26 orang (absensi & keuangan terlampir)
1.Pembukaan ( Felix Etereyau )
-Doa ( Salah satu peserta)
-Sambutan dan pengantar (Felix Etereyau)
Pertemuan kali ini adalah pertemuan ke 2 dan kita akan lakukan training selama 3
hari dari tanggal 16, 17 dan 18 Juli 2009. Kegiatannya dari jam 15.30 – 18.30 wib
dan tempatnya di sekertariat IPMAMI, pengurus IPMAMI sangat mengharapkan kehadiran
teman-teman semua untuk aktif dalam kegiatan ini dari awal hingga akhir training
ini.
-Pretest (terlampir) 10 menit oleh (Medex) dan tujuan test ini untuk mengetahui
sejauh mana teman-teman mengerti materi ini sebelum mengikuti materi dan sesudah
mendengar materi pada akhir training ini juga akan di lakukan postest (test akhir).

2.Sessi I Materi “pengetahuan dasar HIV dan AIDS” oleh Medex P.
1.Sejarah HIV.
2.Pengertian dan perbedaan HIV dan AIDS.
3.Proses kerja Virus HIV.
4.Cara penularan HIV.
5.Bagaimana cara untuk menghindari HIV, yaitu dengan cara ABCDE :
1.Anda jauhi hubungan seks berganti-ganti pasangan tanpa kondom
2.Bersikap saling setia
3.Cegah dengan menggunakan kondom
4.Dihindari, pemakaian narkoba suntuk
5. Edukasi, pendidikan seks
6. VCT (voluntery conselling dan testing)
7. Antiretriviral (ARV) untuk ODHA (orang dengan HIV AIDS)

3.Sessi II : Infeksi Menular Seksual (IMS) oleh Medex P
1.Jenis-jenis infeksi menular seksual (IMS) beserta gambarnya.
2.Penularan IMS.
3.Gejala-gejala IMS.
4.Pencegahan IMS.
5.Pengobatan IMS.
6.Hubungan IMS dan HIV.

Penutup, Doa pulang dan makan

Jumat, 17 Juli 2009
Jumlah peserta 23 orang (absensi dan Keuangan terlampir)

1.Pembukaan ( Felix Etereyau )
-Doa ( Salah satu peserta)
-Pengantar (Felix Etereyau)

2.Sessi I Materi “Orientasi seks dan Perilaku seks” oleh Medex.
Macam-macam orientasi seksual
1.Homoseksual : Ketertarikan pada jenis kelamin yang sama
Contoh : Gay, waria, Lesbian
2.Heteroseksual : Ketertarikan pada jenis kelamin yang berbeda
Contoh : Laki-laki tertarik pada perempuan dan sebaliknya
3.Biseksual : Ketertarikan pada semua jenis kelamin
Contoh : Perempuan tertarik pada laki-laki dan perempuan

Macam-macam perilaku seksual :
- Anal Seks :Masukan penis ke dubur.
- Vaginal Seks : Memasukan penis ke Vagina.
- Oral seks : Hubungan seks melalui mulut.
- Felatio : Mengoral penis.
- Cunilingus : Mengoral Vagina.
- Ciuman - Pelukan
- HUS dengan pasangan yang setia
- Petting (Menggesekan kelamin dng kelamin)
- Necking (Mencium Leher ) - Rimming (cuci WC / Oral dubur)
- Onani / Mensturbasi - Mandi kucing
- Jepit Paha - Jepit Susu

Segala perilaku sesual yang menimbulkan resiko dan memungkinkan terjadinya penularan/infeksi HIV dan AIDS : dapat di bedakan dalam 2 kalompok :
1. Perilaku seksual Beresiko Tinggi :
Segala perilaku seksual yang sangat memungkinkan
terjadi penularan/infeksi HIV AIDS.
Contoh :- Seks anal tanpa kondom
- Seks Vaginal tanpa Kondom
2. Perilaku seksual Beresiko Rendah :
Segala perilaku seksual yang Kecil
memungkinkan terjadi penularan/infeksi HIV AIDS.
Contoh :- Seks Oral tanpa kondom
- Petting

3.Sessi II : “VCT dan Klinik” oleh Mas Novan (PKBI DIY)
VCT :
• V (Voluntary ) : Pelayanan secara sukarela dan rahasia mendorong orang untuk
datang ke tempat yang profesional dan dapat dipercaya (klinik, LSM, RS).
• C (Counseling) : Konseling sebagai komunikasi interpersonal yang efektif untuk
perubahan perilaku.
• T (Testing): Tes yang berkualitas dengan hasil cepat sehingga dapat meningkatkan
kebutuhan orang untuk melakukan VCT.

Tujuan VCT :
1.Memutus rantai penularan.
- Ibu hamil ke Bayinya.
- Dari pasangan ke pasangan
2.Mengakses pelayanan selanjutnya.
3.Menjadi sarana untuk menyadarkan masyarakat.
4.Konseling pada ODHA (orang dengan HIV/AIDS).
5.Satu-satunya cara mengetahui status HIV.
Keuntungan bila melakukan VCT sekarang dan Kerugian bila tidak melakukan VCT
a. KEUNTUNGAN;
- Pendampingan
- Support Group (SG)
- Bisa tetap kuliah
- Terapi ART (anti retroviral terapi
- Hidup lebih berarti
- Bekerja seperti biasa
- Lebih diberdayakan secara ekonomi
- Pencegahan dalam keluarga, suku Pemerintah, Masyarakat
b. KERUGIAN tidak melakukan VCT;
- Kita tahu terkena virus HIV sesudah pada tahap AIDS, sehingga kemungkinan mati
lebih cepat.
-Secara ekonomi rugi.
-Datang membawa harapan, pulang tinggal nama.
-Kehilangan kader sebagai pemimpin di daerah.
-Upaya penanggulangan terhambat.
-Hidup tidak berarti bagi keluarga, suku, pemerintah, masyarakat.

PROSEDUR TES HIV (dalam bentuk gambar)

-Penutup, Doa pulang dan makan

Sabtu, 18 Juli 2009
Jumlah peserta 25 orang (absensi dan keuangan terlampir)
1.Pembukaan ( Felix Etereyau )
Doa ( Salah satu peserta)
Pengantar (Felix Etereyau)
2.SESSI I “Organ Reprodksi” oleh Mba anah (KPA Propinsi Yogyakarta)
-Pengertian Reproduksi
Reproduksi berasal dari kata “re” dan “produksi” yang artinya memproduksi kembali.
Sehat berarti tidak sakit secara fisik, mental dan social.
Kesehatan Reproduksi adalah kondisi sehat dari sistem, fungsi dan proses alat reproduksi yang kita miliki.

Ternyata reproduksi manusia itu juga menyangkut :
•Jenis kelamin : bentuk fisik manusia yang membedakan antara perempuan dan laki-
laki.tidak hanya penampakan fisik tetapi menyangkut gen, hormon, anatomi, dll.
•Identitas diri : persepsi diri mengenai orientasi seks
•Orientasi seksual : ketertarikan kepada orang lain berdasarkan jenis kelaminnya
•Perilaku seksual : Tindakan yang diambil karena adanya dorongan seksual
•Hubungan seks : Salah satu bentuk perilaku seksual

Pengenal alat kelamin dan fungsinya :
Organ kelamin perempuan : (dalam bentuk gambar)
Organ kelamin laki-laki : (dalam bentuk gambar)

Cara Merawat Kesehatan Organ-organ Reproduksi
•Bersihkan alat kelamin dengan air bersih, dari depan ke belakang
•Mengganti celana dalam min. 2x sehari
•Gunakan celana yang menyerap keringat dan tidak ketat
•Menggunting rambut kemaluan (tidak sampai botak)
•Berganti pembalut
•Jangan gunakan ‘pembersih’vagina secara berlebihan

Pergunakan organ reproduksi dengan bijak :
•Paham tentang pengetahuan seks sehingga bisa dinikmati dan punya hubungan yang
saling membahagiakan
•Tahu menghindari bahaya Infeksi Menular Seksual termasuk HIV dan AIDS, dan tahu
kemana mencari pengobatannya
•Tahu merencanakan jumlah keturunan dan menghindari kehamilan
•Tahu Mengatur hubungan seksualnya sehingga tidak menyakiti dirinya dan pasangannya
•Tahu cara melindungi organ reproduksinya dari kekerasan

3.Penutup ( Medex )
a.Test Akhir/postest (Felix etereyau)
b.Kesimpulan singkat dan pembagian.
c.Menyampaikan tantang pertemuan Relawan yang berikut yang akan di laksanakan pada bulan 31 juli 2009, nanti teman-teman tunggu undangan saja, rencananya disekertariat timika atau di kantor binterbusih.
d.Ucapan terima kasih kepada teman-teman Relawan serta pengurus Asrama timika yang sudah memberikan tempat.
e.Diadakan test HIV gratis selama ini dari PKBI jogja dan puskesmas gedungtengen,teman-teman bisa menghubungi saya sendiri atau pa felix, atau bisa minta no kontak langsung biar bisa menghubungi sendiri jika ada yang mau mendapat informasi lebih jelasnya.
f.Doa Penutup dan Doa Makan .

Demikian laporan singkat kami, semoga dapat di mengerti dan di pertanggungjawabkan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jogjakarta, 27 Juli 2009
Hormat ,

Medex Pakage
KORWIL DIY

Sabtu, 24 Januari 2009

PEDULI GEMPA MANOKWARI - SORONG DI YOGYAKARTA

PEDULI GEMPA MANOKWARI - SORONG DI YOGYAKARTA

spanduk tiem peduli gempa manokwari sorong
ikatan pelajar mahasiswa papua Daerah istimewa yogyakarta.
sekertariat : Jl.kusumanegara 119 yogyakarta.

Jumat, 28 November 2008

Raperdasi HIV Papua yang diributkan

Dear all,
Isi Raperdasi HIV Papua yang diributkan / krusial oleh teman-teman :

1. Bab V -Kebijakan, Psl 11 (3) Memberlakukan penggunaan kartu identitas AIDS bagi setiap orang di Provinsi Papua.

2. Bab VI Strategi Penanggulangan , Psl 12 (5) Membentuk keluarga next generation yang berkualitas baik, bermoral dan beriman serta mampu mencegah masuknya HIV kedalam anggota keluarga.

3. Psl 13 (1) Menerapkan pola PCT (Proaktif Counseling and Testing) diberbagai jenjang dan strata unit layanan kesehatan pemerinytah maupun swadaya masyarakat, panitia atau relawan dalam upaya penjaringan dan penemuan kasus dini. .

4. Bab VII-Upaya Penemuan Kasus Baru- Pasal 14 (3) Hasil PCT dicatat dalam kartu identitas AIDS, buku induk serta merupakan salah satu sumber data penting bagi pembuatan data base.

5. Pasal 15 , Pemeriksaan darah HIV wajib dilakukan terhadap:
(2) Pasangan calon nikah
(3) Pencari kerja swasta maupun PNS
(4) Calon siswa dan mahasiswa baru
(8) Pencari kerja dari dalam dan luar Papua

6. Bab VIII Pembuatan Data Base, Pasal 16
(1) Data base harus memuat identitas lengkap dari setiap penduduk di Prov.Papua, orang yang telah terinfeksi HIV dan penderita AIDS.
(2) Pembuatan data base dilakukan oleh Komite Khusus di bawah pengawasan langsung dari KPA Provinsi.
(3) Selain pembuatan data base, Komite khusus diberi kewenangan untuk memantau dinamika HIV dan AIDS di Provinsi Papua.

7. Bab IX Pemantauan Dinamika HIV dan AIDS. Pasal 17
(1) Pemantauan dinamika HIV dan AIDS dalam masyarakat terutama dilakukan pada orang yang terinfeksi HIV dengan perilaku seks bebas, penjaja seks jalanan, pengguna napza suntik, pecandu alkohol, penghisap lem aibon, zat adiktif lainnya dan atau orang dengan HIV positif yang berperilaku agresif.
(2) Pemantauan sebagaiman dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan menggunakan metode langsung maupun tidak langsung.
(3) Metode langsung digunakan dengan pemberlakuan kartu identitas AIDS bagi setiap orang di Papua.
(4) Metode tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan menggunakan alat bantu deteksi obyek, seperti halnya penggunaan microchip pada orang dengan HIV yang berperilaku agresif dan membahayan oran lain.
(5) Sebelum menerapkan alat bantu deteksi dinamika HIV dan AIDS dalam masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4), perlu dilakukan kajian dan penelitian yang komprehensif oleh lembaga yang berkompeten seperti halnya KPA dan Pusat Studi AIDS di Provinsi papua.

8. BAB X Pencegahan HIV, Pasal 18 ayat 2 butir:
g. Memantau secara ketat dan membatasi setiap orang atau dinamika orang dengan HIV positif yang berperilaku agresif dan membahayakan orang lain
h. Apabila langkah nasehat dan pembinaan telah dilakukan secara baik kepada orang dengan HIV yang berperilaku agresif membahayakan, namun terjadi pelanggaran maka petugas atau Aparat Kepolisian dapat menahan untuk diproses secara hukum

9. Bab XI Pasal 21, ayat (4) ; Pemularsaan jenazah dari penderita AIDS dan atau HIV Positif, dilakukan oleh petugas terlatih bersertifikat dan sedapat mungkin pada unit layanan kamar jenazah khusus.

10. BAB XV Hak dan Kewajiban , Pasal 31, ayat 2 ; Setiap Instansi , Lembaga, Badan Hukum, Organisasi, termasuk penyedia tenaga kerja dan pengelola layanan publik berhak :
a. Memperoleh informasi dan perlakuan yang sama di muka hukum
b. mengetahui status HIV anggota atau calon anggotanya dari akrtu identitas AIDS; serta
c. Memberi saran dan atau melaporkan ke KPA apabila ditemukan Karyawan atau kliennya yang HIV positif dan membahayakan orang lain

11. Pasal 32, Ayat (2) Setiap instansi , Lembaga , Badan Hukum, Organisasi ternasuk penyedia tenaga kerja dan pengelola layanan publik, berkewajiba:
a. Memiliki status perijinan yang sah
b. memiliki visi dan prosedur tata cara yang jelas dan tertulis dalam ikut serta menanggulangi HIV dan AIDS.
c. Wajib mengembalikan kepada keluargadan atau daerah asal, bagi tenaga kerja baru dari luar Papua yang diketahui terinfeksi HIV, dan : ....

12. Bab XVII Dewan Pertimbangan AIDS Pasal (34)
(1) Dewan Pertimbangan AIDS mendapat tugas dan kewenangan untukmemberikan pertimbangan Paripurna , holistik, komprehensif, profesional dengan memperhatikan aspek medikososial kompleks terhadap calon penerima ARV yang terkendala oleh persediaan obat.
(2) Dalam hal jumlah calon penerima ARV lebih banyak dari kesediaan obat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) , maka skala prioritas penerima ditetapkan oleh Dewan Pertimbangan AIDS
(3) Dewan Pertimbangan AIDS paling banyak 7 orang dan terdiri dari atas unsur medis 2 orang, psikolog, agama, kaukus perempuan Papua, Dewan Adat Papua dan LSM yang pemilihannya melalui fit and proper test dan ditetapkan dibawah sumpah berdasarkan keputusan Gubernur
(3) Masa bakti Dewan pertimbangan AIDS adalah 3 tahun dan dapat diperpanjang 2 kali.


Salam,
Robert Sihombing,
Jayapura

Rabu, 19 November 2008

Hari Ini, Pertemuan Pemangku Kepentingan HIV/AIDS Dibuka


Ditulis Oleh: Robert Wanggai/Papua Pos
Rabu, 19 November 2008

Pertemuan Pemangku Kepentingan (Stake holders) untuk Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Tanah Papua dibuka hari ini (19/11), dipastikan dihadiri Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), dr. Nafsiah Mboi, MPH, Sp.A mewakili Ketua KPAN, Aburizal Bakrie, yang juga Menkokesra.

PENEGASAN itu disampaikan Sekretaris Panitia Pelaksana pertemuan pemangku kepentingan, Drs. T.H. Pasaribu, M.Si di sekretariat panitia Kantor Gubernur Papua Dok II, Selasa (18/11). “Harusnya Menkokesra, tapi diwakilkan kepada ibu Nafsiah,” ujar Pasaribu.
Selain Nafsiah beberapa beberapa narasumber dari luar Papua, yakni sosiolog, Prof. Dr. Paulus Wiratomo (Univ Indonesia) dan Prof.Dr.dr. Tuti Parwati Merati, Sp.PD (Univ Udayana Bali)

Disinggung kehadiran peserta yang diperkirakan 600 orang, Pasaribu menegaskan hingga H-1 satu kemarin, peserta yang sudah terdaftar kurang lebih 200 peserta. “Diharapkan hari ini peserta dari daerah sudah bisa hadir semua,” ujar Pasaribu.

Ditambahkan sasaran dari pertemuan pemangku kepentingan ini adalah diperuntukan bagi semua pemangku kepentingan baik pemerintah, LSM, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda.

Disinggung filosofi soal tema yang diusung panitia yakni “Kepemimpinan Kuat dan Bijaksana Untuk Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Tanah Papua”, Pasaribu menjelaskan pemangku kepentingan selama ini sudah berjalan dalam rangka pencegahan namun katanya dari pertemuan ini diupayakan adanya percepatan, karena antar kegiatan yang dilakukan tidak sebanding dengan pencegahan.

”Untuk itu kita perlu percepatan. Percepatan dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan bijaksana,” pungkas mantan Sekda Kota Jayapura ini. Intinya penyebaran HIV lebih kuat dari pada usaha-usaha dalam semua lini, termasuk kepemimpinan. “Keluarga juga dibutuhkan untuk melakukan percepatan,” tambahnya.
Pertemuan pemangku kepentingan digelar dalam siding pleno, sidang panel dan pameran yang merupakan kegiatan utama dengan tujuan untuk mempromosikan hasil-hasil kegiatan pencegahan dan penanggulanan HIV dan AIDS di Tanah Papua, selain mensosialisasikan inovasi baru program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS yang berorientasi pada penanganan akar masalah dan pengintegrasian sistem pelayaan kesehatan masyarakat. Selain mengadvokasi pemangku kepentingan untuk percepatan pencegahan dan penanggulanan HIV dan AIDS di Tanah Papua. Berita terkait kegiatan baca hal… 7. (**)

http://papuapos.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1617&Itemid=1

Sabtu, 25 Oktober 2008

INDONESIA PRODUKSI OBAT ANTIRETROVIRAL

In Indonesia Sehat on August 29, 2008 at 6:05 pm.
Untuk menjamin ketersediaan obat yang berkesinambungan bagi mereka yang terinfeksi HIV/AIDS, obat antiretroviral atau ARV kini diproduksi di dalam negeri. Sekretaris Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Indroyono Soesilo, dalam acara peresmian Unit Produksi ARV Kimia Farma yang memiliki kapasitas produksi 168 juta butir per tahun, di Jakarta, Kamis (28/8), menyatakan bahwa dengan meningkatnya angka kasus HIV, ketersediaan ARV yang berkesinambungan dengan harga terjangkau sangat diperlukan. Menko Kesra Aburizal Bakrie, dalam sambutan tertulisnya, menyatakan, saat ini sejumlah obat ARV lini pertama terbukti ada indikasi resistensi obat pada sejumlah kasus HIV/AIDS. Sementara itu, produk lini kedua di pasaran harganya sangat mahal. Karena itu, keberadaan unit produksi ARV yang juga akan memproduksi obat ARV lini kedua merupakan jawaban dari masalah kebutuhan obat ARV bagi mereka yang terinfeksi HIV. ”Pendirian unit produksi ARV ini membuktikan kita mampu mandiri mengatasi masalah kebutuhan obat ARV dalam negeri,” ujarnya. Pada tahun 2008, Departemen Kesehatan mengalokasikan dana sekitar Rp 40 miliar untuk pengadaan obat ARV gratis yang diberikan kepada pengidap HIV/AIDS. Prof Sjamsurizal Djauzi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menangani masalah HIV/AIDS menyatakan bahwa anggaran pemerintah dalam pengadaan obat ARV perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, menurut prosedur baru WHO, terapi ARV kini diberikan lebih dini untuk mencegah infeksi oportunistik. Jika semula terapi diberikan kepada pasien de- ngan CD-4 kurang dari 200, terapi ARV kini dilakukan pada pasien dengan CD-4 kurang dari 350.
Lisensi wajib Direktur Utama Kimia Farma Sjamsul Arifin menyatakan, kebutuhan masyarakat saat ini sangat mendesak dalam menanggulangi epidemic HIV/AIDS dengan obat ARV yang masih dalam masa paten. Akan tetapi, Deklarasi Doha menyatakan, bila negara memerlukan dan digunakan untuk kemanusiaan, pemerintah dapat melaksanakan paten atau lisensi wajib terhadap obat-obat ARV. Saat ini, pemerintah melakukan paten atas obat ARV Efavirenz di samping Neviraphine dan Lamivudin. Hal ini bertujuan mengoptimalkan akses terhadap obat-obat itu. PT Kimia Farma ditetapkan pemerintah sebagai pelaksana paten dalam memproduksi dan mendistribusikan obat- obat ARV ke 25 rumah sakit rujukan. Saat ini, Kimia Farma telah memproduksi obat-obat ARV lini pertama, yaitu Lamivudin, Neviraphine, Zidovudin, Duviral, Triviral, dan Staviral. Fasilitas produksi ini dibangun mengacu pada persyaratan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan kualifikasi WHO. Karena telah timbul resistensi pasien terhadap obat-obat ARV lini satu, pihaknya berharap pemerintah dapat melaksanakan paten atas obat-obat ARV lini kedua, yaitu Tenovovir, Ritonavir dan Didanosin. Obat-obat tersebut kini masih dalam masa paten sehingga harganya sangat mahal dan sulit terjangkau penderita HIV/AIDS.

Novan PKBI DIY (milis aidsindonesia)
Coba baca akuindonesiana "Berita Seputar Indonesia Terkini"

Senin, 20 Oktober 2008

PENCEGAHAN HIV/AIDS GAGAL, KPA MINTA ATURAN NO CONDOM NO SEX

Selasa, 14/10/2008 01:40 WIB
Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta - Pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia dinilai gagal. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) meminta pemerintah tegas mengeluarkan aturan 'no condom no sex'. "Upaya pencegahan kita gagal, terutama kalau masalah pencegahan HIV/AIDS. Pengobatan itu mahal sekali, sedangkan anggaran pengobatan dari pemerintah hanya Rp 70 miliar," kata Ketua KPA Nafsiah Mboi.
Hal itu dikatakannya dalam diskusi peluncuran diseminasi Survei Terpadu Biologis Perilaku (STBP) di Gedung Departemen Kesehatan (Depkes), Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (13/10/2008). Menurut Nafsiah, cara yang paling efektif untuk menanggulangi HIV/AIDS adalah dengan melakukan pencegahan. Begitu pentingnya pencegahan itu sehingga dia menekankannya berkali-kali.
"Harus ada upaya dorongan pada pencegahan, pencegahan, dan pencegahan," tegasnya.
Upaya pencegahan itu, imbuh Nafsiah, perlu dibarengi dengan perubahan konstruksi sosial di dalam masyarakat menyangkut arti kejantanan. Kejantanan harus diidentikkan dengan kemampuan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, termasuk dari bahaya HIV/AIDS. "Harus ada perubahan, laki-laki jantan itu kayak apa sih? Laki-laki jantan itu yang bisa melindingi dirinya dan orang lain, melindungi kesehatan dirinya dan
orang lain," tukasnya.
Mengingat hubungan seksual adalah salah satu penyebar utama virus HIV/AIDS, lanjut Nafsiah, pemerintah perlu membuat kebijakan terkait dengan penggunaan kondom. Pemerintah harus membuat kebijakan wajib pakai kondom bagi pelaku hubungan seksual yang bebas.
"Pemerintah harus bisa membuat kebijakan wajib makai kondom atau tidak (seks) sama sekali, no kondom no sex," tandas dia.(sho/nwk)
http://www.detiknews.com/read/2008/10/14/014033/1019534/10/pencegahan-hiv/aids-gagal-kpa-minta-aturan-no-condom-no-sex

Minggu, 19 Oktober 2008

Wah, Banyak Aparat Daerah di Papua Terkena HIV/AIDS

Sabtu, 18/10/2008 05:05 WIB
Irwan Nugroho – detikNews

Nabire - Jumlah penderita HIV/AIDS di Papua terus meningkat. Di provinsi Papua, penderita penyakit ini mencapai 14,5 kali lipat angka nasional . Sedangkan di Papua barat 1,8 kali lipat angka nasional. Ironisnya aparat pemerintahan daerah juga banyak yang terkena penyakit mematikan ini. "Kalau ada program save papua maka pemeriksan pertama itu harus dilakukan pada aparat daerah," ujar Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Papua Nelles Dogoma di sela-sela peluncuran pembangunan desa siaga di tanah Papua di Nabire, Papua, Jumat (17/10/2008).
Nelles menjelaskan faktor terbesar yang memicu kasus menularnya HIV/AIDs adalah hubungan seksual yang tidak aman. Rata-rata penderita HIV/AIDS adalah golongan ekonomi berkecukupan. Termasuk para pejabat daerah.
Nelles memaparkan jumlah penderita HIV/AIDS di Papua adalah di Nabire dengan 435 kasus, kemudian di Jayapura 310 kasus dan terakhir di Mimila 175 kasus.

"Ini data terkini per 31 Agustus 2008," ungkapnya.
Untuk provinsi Papua Barat, Sorong menempati posisi tertinggi dengan 31 kasus, berikutnya Kota Sorong dengan 26 kasus.

Menurut Nelles data ini didapatkan dari lapangan secara door to door. Data ini juga telah disampaikan pada Menkes Siti Fadillah Supari.(rdf/ape)

http://www.detiknews.com/read/2008/10/18/050513/1022011/10/wah,-banyak-aparat-daerah-di-papua-terkena-hiv/aids

Rabu, 15 Oktober 2008

Ditemukan 179 Kasus HIV dan AIDS

Ditulis Oleh: Iwan/Papos
Rabu, 15 Oktober 2008

WAMENA (PAPOS)- Penjabat Bupati Jayawijaya, Washinton Turnip, SH, MM yang juga selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Jayawijaya mengatakan, dari data yang berhasil diperoleh hingga akhir Juli 2008 lalu, ditemukan 179 kasus HIV dan AIDS.
Namun dari jumlah yang diperoleh tersebut, berdasarkan data yang diperoleh di Distrik Wamena Kota. Meskipun begitu, epidemi ini sudah semakin meluas kebeberapa distrik maupun wilayah lainnya. Untuk itu dirinya mengharapkan, agar hal ini mendapatkan perhatian lebih dari seluruh kalangan.
“Dengan data yang dimiliki kini, diharapkan seluruh masyarakat dapat lebih serius dalam penanggulangan HIV dan AIDS ini,” ujar Bupati pada pembukaan pelatihan Komisi Penangggulangan AIDS tingkat distrik se-kabupaten Jayawijaya, belum lama ini di Aula Betesda Wamena.
Dari jumlah data yang dimiliki saat ini, Bupati mengatakan, dengan kegiatan semacam ini dipandang perlu untuk mensosialisasikan bagaimana tentang pencegahan serta penanggulangan HIV dan AIDS dengan tepat kepada masyarakat, baik yang berada di distrik-distrik maupun perkotaan.
Karena menurutnya, penanggulangan HIV dan AIDS bukan hal yang mudah, untuk itulah dibutuhkan keseriusan dan kerjasaa dari seluruh elemen masyarakat untuk menekan virus dari penyakit ini, karena penyait tersebut tidak pandang bulu siapapaun dapat tertular bila kurang hati-hati.(iwan)
http://papuapos.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2177&Itemid=9

52 Persen Pelajar dan Mahasiswa Terinfeksi HIV AIDS

Ditulis Oleh: lina/Papos
Senin, 15 September 2008

JAYAPURA (PAPOS)-Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura per Maret tahun 2008 kumulatif kasus HIV dan AIDS di Papua bagi golongan usia 5 hingga 29 tahun berjumlah 2142 kasus dari 3955 kasus yang terjadi dimana dari data ini disebutkan bahwa 52 persen penyandang kasus infeksi HIV/AIDS adalah kalangan mahasiswa dan juga pelajar. Ketua KPA Koat Jayapura H.Sudjarwo BE mengatakan data yang ada saat ini sangat merisaukan Pemerintah dan juga masyarakat karena bila ditelusuri faktor penularan HIV dikalangan mahasiswa dan pelajar adalah disebabkan oleh heteroseksual.
“Proses penularan HIV ini disebabkan heteroseksual, ironisnya para anak-anak kita kalangan mahasiswa dan pelajar itu, rata-rata belum berumah tangga,” kata Sudjarwo kepada wartawan usai membuka acara sensitas tokoh adat terhadap dampak HIV/AIDS yang berlangsung di Hotel Yasmin, Sabtu (12/9) lalu.
Untuk mengurangi angka penderita HIV pada tahun mendatang maka pemerintah Kota saat ini telah bekerjasama dengan tokoh adat maupun tokoh agama, dimana tokoh adat dan tokoh agama mempunyai peran penting dalam memberikan pengawasan terhadap penderita atau yang terinfeksi HIV.“Harapan kita melalui tokoh adat dan tokoh agama masyarakat dapat meresponnya dengan baik,” kata wakil Walikota ini.
Dikatakan, dengan jumlah data penderita yang begitu besar kiranya masyarakat menyadari tentang betapa bahaya dari HIV itu sendiri karena apabila masyarakat tidak menyadarinya juga yang rugi bukan hanya si penderita tetapi pihak Pemerintah.
“Harusnya anggaran Pemerintah digunakan untuk infrastruktur namun dengan bertambahnya jumlah kasus HIV ini maka dana infrastruktur dialihkan kepada biaya kesehatan, hal inilah yang harus disadari oleh masyarakat juga,” kata Sudjarwo.(lina)

http://papuapos.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1782&Itemid=9

Kamis, 09 Oktober 2008

Akhir Drama Penemuan HIV


KOMPAS Rabu, 8 Oktober 2008 | 22:23 WIB
OLEH IRWAN JULIANTO

Persaingan Luc Montagnier dan Robert Gallo, dua penemu human immunodeficiency virus, virus penyebab AIDS atau acquired immune deficiency syndrome, berakhir sudah. Montagnier memperoleh Hadiah Nobel Kedokteran 2008 bersama asistennya, Francoise Barre-Sinoussi, sementara Gallo harus gigit jari. Mengapa begitu?
Dewan juri Hadiah Nobel Kedokteran di Stockholm, Swedia, sama sekali tidak menyebut nama Gallo dalam penjelasan mereka. Padahal, tanpa peran Gallo dalam menemukan interleukin-2 tahun 1975 dan teknik membiakkan kultur retrovirus manusia, Montagnier dan timnya di Institut Pasteur Paris tak akan berhasil menumbuhkan biakan HIV.
Ironisnya, Barre-Sinnousi justru pernah magang di laboratorium National Institute of Health (NIH) di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat (AS), yang dipimpin Gallo.

Tragisnya lagi bagi Gallo dan para ilmuwan AS, kasus-kasus pertama AIDS--yang waktu itu belum diberi nama AIDS, melainkan gay syndrome karena dilaporkan menjangkiti komunitas pria homoseksual--jutru ditemukan tahun 1981 di New York dan California.
Keputusan dewan juri Hadiah Nobel Kedokteran tahun ini memang agak aneh karena separuh hadiahnya diberikan kepada Harald zur Hausen yang meneliti HPV atau human papilloma virus, salah satu penyebab utama kanker leher rahim. Sementara Montagnier dan Barre-Sinoussi memperoleh separuh sisanya sehingga harus dibagi di antara mereka berdua. Dari besaran masalah yang ditimbulkannya, jelas HIV jauh lebih besar ketimbang HPV. HIV juga lebih serius dibanding bakteri Helicobacter pylori, penyebab tukak lambung dan tahun 1994 diakui WHO dapat menyebabkan kanker--yang tahun 2005 mengantar Barry J Marshall dan Robin Warren memperoleh Nobel Kedokteran.
Seharusnya Panitia Nobel Kedokteran memberikan penghargaan lebih awal dan secara utuh (tidak dibagi separuh kepada temuan virus lain) kepada Montagnier dan dua asistennya. Selain Barre-Sinoussi, sebenarnya peran Jean-Claude Chermann juga amat menentukan dalam penemuan lymphadenopathy-associated virus (LAV), nama awal HIV versi Montagnier. Dinamakan LAV karena virus itu dibiakkan dan diambil pada tanggal 3 Januari 1983 dari cairan kelenjar getah bening (limfa) yang membenjol di leher seorang perancang busana Paris bernama Frederic Brugiere. Pria homoseksual berusia 33 tahun ini mengaku melakukan hubungan seks sejenis dengan 50 orang pria dalam setahun, dan tahun 1979 ia berfoya-foya di kota New York.
Kependekan nama Brugiere, BRU, menjadi begitu terkenal dalam silang sengketa antara Montagnier versus Gallo karena sampel virus berkode BRU pernah dikirim oleh Institut Pasteur Paris ke laboratorium Gallo, dan ternyata oleh Gallo virus itu kemudian dibiakkannya dan tanggal 24 April 1984 diklaim sebagai virus penyebab AIDS temuannya. Waktu itu Gallo masih menamakannya HTLV (Human T Lymphotropic Virus) III karena menganggapnya masih serumpun dengan HTLV I dan II, dua tipe retrovirus penyebab leukemia yang ditemukannya menyusul kematian adik perempuannya akibat leukemia. Berkat publisitas yang gencar, masyarakat AS dan dunia waktu itu percaya bahwa penemu virus penyebab AIDS adalah Gallo dan timnya.
Sudah diramalkan
Dalam tulisan "Dua Kemenangan Montagnier" (Kompas, 5/1/1993) sudah diungkapkan betapa pada Mei 1983 Montagnier dan timnya sudah memublikasikan bahwa mereka berhasil mengisolasi LAV yang diduga menjadi penyebab AIDS di jurnal Science. "Tentu saja terjadilah pertarungan gengsi untuk memperoleh pengakuan dunia, siapa yang pertama kali menemukan virus penyebab AIDS. Karena bukan mustahil sang penemu nantinya akan memperoleh Hadiah Nobel bidang Kedokteran." Ramalan Kompas bahwa Montagnier dan timnya amat pantas memperoleh Nobel Kedokteran, sementara peluang Gallo justru sudah pupus (Kompas, 21/11/1993) terbukti benar!
Setelah tujuh tahun terjadi "duel transatlantik" (istilah majalah Time 20/5/1991), akhirnya memang Montagnier-lah yang dikukuhkan sebagai penemu HIV. Pengakuan itu justru diberikan oleh NIH, tempat Gallo bekerja. Gallo sendiri malah divonis Badan Integritas Riset (ORI) yang dibentuk Depkes AS melakukan manipulasi ilmiah (scientific misconduct). Namun, dalam pengadilan banding 12 November 1993, Gallo dinyatakan tidak bersalah oleh Panel Banding Integritas Riset (RIAP). Tak urung reputasi keilmuwanan Gallo sudah telanjur hancur.
Yang jelas, sejak awal praduga Gallo tentang HIV itu serumpun dengan HTLV I dan II yang menyebabkan limfosit berkembang liar menjadi leukemia sudah salah karena Montagnier dan timnya justru mengamati bahwa LAV atau HIV justru membunuh sel-sel limfosit yang diinfeksinya. Sel-sel inang itu terlihat "bunuh diri" atau lazim disebut fenomena aptosis.
Pelajaran yang dapat dipetik dari drama penemuan HIV adalah bahwa integritas ilmiah modal utama ilmuwan. Genius saja seperti Gallo ternyata tidak cukup. Namun, betapapun Gallo tetap berjasa, meletakkan anak tangga temuan teknik isolasi dan perbanyakan retrovirus sehingga Montagnier dan timnya dapat menapak anak tangga kemajuan ilmu berikutnya.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/08/22231489/akhir.drama.penemuan.hiv

Penemu HIV dan HPV Berbagi Nobel Kedokteran 2008


Penerima Nobel Kedokteran 2008 (dari kiri ke kanan) Harald zur Hausen, Francoise Barre-Sinoussi, dan Luc Montagnier.

KOMPAS Selasa, 7 Oktober 2008 | 00:45 WIB
STOCKHOLM, SENIN — Tiga orang ilmuwan Eropa berbagi penghargaan Nobel Kedokteran 2008 yang diumumkan di Stockholm, Swedia, Senin (6/10). Masing-masing dua peneliti Perancis, Francoise Barre-Sinoussi dan Luc Montagnier, serta seorang peneliti Jerman, Harald zur Hausen.

Mereka dinilai besar dalam kontribusinya mendeteksi penyebaran virus penyakit mematikan yang menyerang manusia saat ini. Francoise Barre-Sinoussi dan Luc Montagnier adalah penemu virus HIV (human immunodeficiency virus), sementara Zur Hausen adalah penemu HPV (human papillioma virus) yang menyebabkan kanker leher rahim.

Dalam pengumumannya, Komite Nobel menyatakan bahwa penemuan Barre-Sinoussi dan Montegnier merupakan landasan utama untuk memahami sifat biologi penyakit AIDS dan cara pengobatannya. Hasil penelitian keduanya pada awal tahun 1980-an membuat penelitian virus semakin berkembang pesat.

"Kombinasi antara penemuan dan pengobatan berhasil menurunkan penyebaran penyakit dan benar-benar meningkatkan harapan hidup penderitanya," demikain kesimpulan yang diambil komite tersebut.

Demikian pula dengan temuan Zur Hausen bahwa HPV tertentu menyebabkan kanker leher rahim yang saat ini merupakan jenis kanker pembunuh kedua di dunia. Penemuan tersebut membuat pembuatan obat dan vaksin tepat sasaran. Mereka berhak mendapatkan hadiah total 10 juta kronor atau setara dengan Rp 13,4 miliar. Hadiah tersebut akan dibagi empat, masing-masing untuk ketiga peneliti dan untuk Pusat Riset Kanker Jerman (GCRC) di Heidelberg.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/07/00453072/penemu.hiv.dan.hpv.berbagi.nobel.kedokteran.2008

Senin, 06 Oktober 2008

RESPON MAHASISWA PAPUA JOGJAKARTA TERHADAP WABAH DIARE-KOLERA DARI KAB.NABIRE, DOGIYAI, PANIAI HINGGA TIMIKA


Jogjakarta,Senin 06 oktober 2008
Jogja(BA-PA),Kejadian luar biasa yang melanda pegunungan tengah Papua antara lain wilayahn lemba kamuu, kabupaten Nabire dan Desa Kebo kabupaten Paniai serta beberapa daerah di sekitarnya terjadi kasus penyakit (wabah) diara-kolera. Sejak 6 April 2008 sampai saat ini, dimana telah menelan nyawa 355 orang dewasa dan anak-anak dan ini bukan karna factor kebersihan saja tetapi ada factor lain yang menyebabkan itu.Menanggapi hal ini Mahasiswa Papua jogjakarta yang di dominasi mahasiswa Paniai dan Nabire yang ada di Jogjakarta dengan menamakan diri SOLIDARITAS PELAJAR/MAHASISWA PEDULI HIDUP SEHAT MASYARAKAT PRIBUMI PAPUA dengan kordinator aksi Emanuel Gobay, pada 6 oKtober 2008 mengadakan aksi turun jalan dengan melakukan orasi dari depan kantor DPRD propinsi Jogjakarta, menuju Kepatihan (kantor Gubernur Jogjakarta) lalu berakhir di depan perempatan kantor pos pusat. Mahasiswa nyatakan keprihatinan dan meminta kepada Bupati Nabire, Bupati Paniai, Bupati Dogiyai, Gubernur Propinsi Papua, serta pemerintah pusat agar :
1. Mengambil Langka pro aktif segera dangan mengirim tim medis yang propesional ke lapangan untuk melakukan pengobatan bagi masyarakat yang menderita di tempat kejadian/wabah tersebut;
2. Melakukan tindakan pemulihan atas segala dampak buruk baik fisik, mental, dan social yang ditimbulkan oleh wabah tersebut. Juga tindakan pencegahan, misalnya berupa pelatihan SAR kepada rakyat di kedua kabupaten supaya apabila terjadi lagi di kemudian hari maka, masyarakat sudah siap untuk menanganinya sendiri.
3. Membangun infrastruktur kesehatan baru di daerah-daerah terpencil di papua lengkap dengan tambahan tenaga medis,bukan hanya untuk mengatasi penyakit yang sudah ada, tapi bersifat pencegahan dengan memberikan pendidikan-pendidikan pola hidup sehat;
4. Tidak menyibukkan diri dengan pemekaran dan jabatan politik semata, melaikan memberikan pelayanan kesehatan bermutu seperti diperintahkan pasal 59 UU no.21/2001 tentang Otsus dan system kesehatan pangan yang mendukung terjaminnya gizi yang baik;
5. Mengkaji/menyelidiki mendalami tentang penyebab sesungguhnya dari wabah diare-kolera ini dan hasilnya diumumkan kepada masyarakat luas agar dapat menghentikan segala praduga dan kecemasan yang sedang berkembang.
Kepada Tokoh agama, tokoh adat,tokoh perempuan dan tokoh pemuda serta seluruh lapisan masyarakat agar turut mendesak pemerintah agar Memberikan layanan kesehatan gratis dan berkualitas untuk rakyat Papua !!!
Setelah turun ke jalan mahasiswa Paniai nabire melakukan evaluasi kegiatan di asrama mahasiswa papua Jl.kusumanegara 119. Mahasiswa akan menungguh respon dari pemerintah terhadap kasus ini jika tidak ada respon dari pemerintah maka mahasiswa akan mengadakan aksi yang lebih besar lagi sampai ada respon dari pemerintah daerah maupun pusat. Dengan bantuk aksi turun jalan atau penelitian serta seminar nasional.
Di waktu yang berbedah kami mendapatkan informasi melalui WEB timika (PAPOS) 6 oktober 2008 “-Hingga September 2008, telah terjadi 990 kasus diare yang menyerang penduduk yang bermukim di pesisir selatan Kabupaten Mimika diantaranya di Kekwa Distrik Mimika Tengah, Mapurujaya Distrik Mimika Timur, Manasari Distrik Mimika Timur Jauh, Fakafuku Distrik Agimuga dan Noema serta Wapu Distrik Jita, Wakia Distrik Mimika Barat Tengah dan juga Umpliga Distrik Jita. Dari 990 kasus diare tersebut, tercatat 30 orang dinyatakan meninggal dunia”
Dan kagetnya lagi ternyata wabah ini sudah memasuki kabupaten timika, apakah nantinya akan mewabah di seluruh papua.
Kalau di cermati ada faktor keterlambatan penanganan yang di lakuakan oleh pemerintah membuat kasus ini semakin bertambah dan banyak jiwa yang meninggal. Ada banyak alasan yang di ambil pemerintah untuk membelah diri seperti faktor geografis, ketiadaan transportasi dan alasan lainnya yang masuk akal tetapi sebenarnya berbohong. Dan Pemerintah lebih memilih mengurusi Pilkada, caleg,partai dan persoalan-persoalan lain yang sebenarnya itu bukan perioritas pertama.Pihak gereja, LSM dan masyarakat sudah melakukan hal-hal yang bisa dilakukan sesuai kemampuannya tetapi kenapa pemerintah tidak maksimal melihat kasus ini, di mana kepemimpinanmu, dimana harga dirimu, dimana tanggungjawabmu. Kami tunggu saja, semoga pemerintah akan mempu menjawab tuntutan rakyatnya.(Mdxp)

Rabu, 01 Oktober 2008

INFORMASI ADALAH PENAWAR PENCEGAHAN HIV


Selasa, 30 September 2008

Jogja (BA-PA), Selasa, 30 September Informasi dasar HIV dan AIDS kembali disampaikan di Jogjakarta dalam kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru yang di lakukan Mahasiswa Tolikara kordinator Wilayah Jogjakaarta dengan 40 mahasiswa baru dan yang lama kurang lebih 40 mahasiswa. Dengan penambahan mahasiswa baru maka jumlah mahasiswa Papua asal Tolikara di jogjakarta mencapai kurang lebih 120 mahasiswa/i. Waktu pelaksanaan ini di mengambil pada waktu libur kampus dalam rangka lebaran sehingga mahasiswa bisa bebas, bertempat di Gedung Meeting wisma Immanuel jl. gejayan. Kegiatan yang di mulai dari jam 08.00 WIB dengan perkenalan di lanjutkan dengan materi Pengenalan kampus, Moral, Manajemen Organisasi dan pada jam 14.00 sampai jam 15.00 Wib penyampaian materi HIV dan AIDS dasar oleh medex pakage mewakili Yayasan Binterbusih berupa : HIV dan AIDS bisa tertular melalui : 1. Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) 2. menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau bekas. 3.Dari ibu yang positif HIV kepada bayinya melalui proses hamil, melahirkan dan menyusui (ASI). HIV dan AIDS tidak tertular melalui : 1. Gigitan nyamuk, 2. keringat, sentuhan, pelukan ataupun ciuman' 3. berenang bersama, 4. memakai kamar mandi (toilet) bergantian, 5. memakai alat makan bersama. Pencegahan penularan HIV dan AIDS : 1. Jika belum menikah tetap harus puasa seks/ tidak melakukan hubungan seks. perzinahan, dalam ajaran agamapun di catat sebagai dosa. 2. harus tetap setia dengan pasangan anda, jangan ganti-ganti pasangan. 3. kalau tidak bisa tahan dalam melakukan hubungan seksual, harus pakai kondom. 4. hindari penggunaan jarum suntik yang tidak streril. 5. informasi hiv dan aids yang maksimal.
Dan perlu di ingat bawah tanpa informasi yang terus menerus mengenai HIV maka kasus demi kasus akan terus terjadi, karna banyak individu maupun kelompok belum mengetahui hal ini dengan baik dan benar. Salah satu kekuatan adalah informasi, yang bisa di kemas dalam bentuk apa saja sehingga memudahkan masyarakat lebih familiar dan mudah di mengerti.
Pada akhir pertemuan jam 17.00 wib dilakukan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt Yusak Adii STh,MDiv, mengingatkan kepada mahasiswa baru bahwa kota Jogjakarta adalah kota misterius yang menawarkan segala sesuatu secara terbuka kepada mahasiswa. Kepada mahasiswa hati-hati dengan segala penawarkan yang ditawarkan secara bebas karna akan membuat kita terjerumus kepada kesensaraan. Fokuslah kepada tujuan kuliah dan jagalah tubuhmu agar tetap kudus.(Mdxp)

Selasa, 30 September 2008

“ KITA DIPILIH DAN DIUTUS UNTUK MELAYANI”


Jogjakarta, 29 september 2008

Jogja (BA-PA), bertempat di wisma UKDW kaliurang Jogjakarta, senin 29 September 2008 PD Korintus (Persekutuan Doa Korintus ) Papua Jogjakarta mengadakan Ulang tahunnya yang ke 13 dan perberkatan kepengurusan yang baru dan lama. Menurut sesepuh PD Korintus bpk Hansen Maniburi yang di temani ibu Maniburi menyatakan korintus mempunyai pengalaman yang panjang dengan suka maupun duka pada masa kaka-kaka kalian memulai di tahun 1995 hingga sekarang bisa di pimpin oleh seorang ketua baru lagi. Bapak bangga, korintus masih jalan trus dan dapat mengadakan acara syukuran ulang tahun ke 13. kami sebagai orang tua bangga karna anak-anak bisa melatih diri di organisasi dan juga dapat menguatkan iman dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. harapan ketika pulang ke papua anak-anak tidak akan kaget di dunia kerja tetapi anak-anak punya pengalaman yang bisa diterapkannya.
Pada kesempatan itu Bapak Pdt Lennis Kogoya yang di percayakan menyampaikan renungan syukuran dan juga memberkati Kepengurusan lama sdri Tia Delima yang di angkat ketika sdri stany miranti haurisa yang waktu itu menjadi ketua pulang ke papua karna sudah mengelesaikan study S1 di kampus UGM. Lalu Pdt Kogoya melanjutkan dengan kepengurusan yang baru yang di pimpin oleh seorang wanita lagi (Febby). Ada pesan penting yang di sampaikan oleh pdt lennis kogoya yang juga mahasiswa pascasarjana di STTI (sekolah Tinggi Theologi Injili) Jogjakarta mengemukakan kita kejogjakarta karna sudah dipilih untuk melayani dengan cara menjadi seorang mahasiswa, jadi saudara ada di kampus untuk melayani dan oleh sebab itu layanilah Tuhan dengan tulus dan murni, Seperti tema “ Kita di pilih dan diutus untuk melayani” .
Setelah acara perayaan ibadah dan pelantikan di lanjutkan dengan acara santai berupa games cerdas cermat Alkitab (CCA) agar melatih teman-teman kemampuan akan isi alkitab, ingat ada hadianya demikian di sampaikan oleh febby yang memanduh acara CCA dan games-games lainnya.dan Di lanjutkan dengan foto-foto bersama. (mdxp)

Minggu, 28 September 2008

GUBERNUR PAPUA AKHIRNYA TIDAK MENGUNJUNGI JOGJAKARTA


Jogjakarta, 28 September 2008

Jogja(BA-PA),Waktu yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat , mahasiswa dan pelajar Papua boleh terjawab dengan akan hadirnya bapak gubernur Papua Barnabas Suebu di Jogjakarta pada jumat, 27 september. Sayangnya pertemuan dan kunjungan ini bukan untuk mengunjungi masyarakat, mahasiswa dan pelajar di Jogjakarta yang kurang lebih ada 4000 orang lebih. walaupun yang sering mengundang bapaknya (Gubernur Papua) demikian di ungkapkan Onesimus kambu ketua IPMAPA (Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua) Jogjakarta di kostnya beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan kali ini Gubernur Papua berencana akan mengunjungi Jogjakarta untuk menandatangani MOU dengan Universitas Atma Jaya Jogjakarta pada tanggal 26 atau 27 agustus 2008 di Kampus Univ. atma jaya Jogjakarta (UAJY) Kampus III Jl.babarsari No.44. mengenai tugas belajar bagi pegawai Negeri sipil (PNS) propinsi Papua demikian di ungkapkan oleh salah satu dosen atma jaya fisip ibu meylani yo. Namun sayangnya setelah Panitia pelaksana dies Natalie UAJY ke-43 yang juga mengundang guburnur Papua dalam penandatangan MOU ini menginformasikan bahwa bapak gubernur Papua tidak bisa tiba di Jogjakarta karna ada kesibukan lain.
Pada tempat yang terpisa di hari jumat 26 september, onesimus kambu mengundang setiap ketua paguyuban dari setiap kabupaten untuk berkumpul dalam memberikan respon terhadap kedatangan Guburnur Papua tersebut. Namun sayangnya setelah IPMAPA berkumpul dan mendapatkan informasi dari panitia pelaksana dies natalis UAJY bahwa bapak barnabas suebu tidak bisa datang ke Jogjakarta, maka perkumpulan IPMAPA itu akhirnya membubarkan diri dari asrama mahasiswa Papua Kamasan I Jl.kusumanegara 119 jogjakarta.
Pada acara dies natalis ke 43 ini panitia pelaksana lebih memberikan kepercayaan penuh kepada kawasan wilayah timur khususnya dari Papua. KOMAPA atau Komunitas Mahasiswa Papua atma Jaya JogjakartaI yang beranggotakan kurang lebih 80 mahasiswa untuk memberikan dukungan dalam kegiatas dies ini berupa, mendirikan /membuat stand Papua untuk mempublukasikan budaya Papua, yang mana kegiatannya di selenggarakan pada tanggal 22-26 september bertempat di alaman UAJY Kampus III JL. Babarsari No. 40 sedangkan jumat 26 sepetember jam 17.00 -19.30 wib mengisi prosesi misa syukuran dies natalis dengan tradisi Papua misalnya lagu-lagu Papua, doa dengan menggunakan beberapa suku bahasa Papua, persembahan di iringi dengan tarian Papua, paduan suara (Koor) Papua. Dimana Misa Syukur dies natalies ke-43 di pimpin oleh Romo Pius Riana Prapdi, Pr dengan bacaan injil Lukas 5 : 1-11 dan memberikan judul Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus.
(medexp)