Rabu, 01 Oktober 2008

INFORMASI ADALAH PENAWAR PENCEGAHAN HIV


Selasa, 30 September 2008

Jogja (BA-PA), Selasa, 30 September Informasi dasar HIV dan AIDS kembali disampaikan di Jogjakarta dalam kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru yang di lakukan Mahasiswa Tolikara kordinator Wilayah Jogjakaarta dengan 40 mahasiswa baru dan yang lama kurang lebih 40 mahasiswa. Dengan penambahan mahasiswa baru maka jumlah mahasiswa Papua asal Tolikara di jogjakarta mencapai kurang lebih 120 mahasiswa/i. Waktu pelaksanaan ini di mengambil pada waktu libur kampus dalam rangka lebaran sehingga mahasiswa bisa bebas, bertempat di Gedung Meeting wisma Immanuel jl. gejayan. Kegiatan yang di mulai dari jam 08.00 WIB dengan perkenalan di lanjutkan dengan materi Pengenalan kampus, Moral, Manajemen Organisasi dan pada jam 14.00 sampai jam 15.00 Wib penyampaian materi HIV dan AIDS dasar oleh medex pakage mewakili Yayasan Binterbusih berupa : HIV dan AIDS bisa tertular melalui : 1. Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) 2. menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau bekas. 3.Dari ibu yang positif HIV kepada bayinya melalui proses hamil, melahirkan dan menyusui (ASI). HIV dan AIDS tidak tertular melalui : 1. Gigitan nyamuk, 2. keringat, sentuhan, pelukan ataupun ciuman' 3. berenang bersama, 4. memakai kamar mandi (toilet) bergantian, 5. memakai alat makan bersama. Pencegahan penularan HIV dan AIDS : 1. Jika belum menikah tetap harus puasa seks/ tidak melakukan hubungan seks. perzinahan, dalam ajaran agamapun di catat sebagai dosa. 2. harus tetap setia dengan pasangan anda, jangan ganti-ganti pasangan. 3. kalau tidak bisa tahan dalam melakukan hubungan seksual, harus pakai kondom. 4. hindari penggunaan jarum suntik yang tidak streril. 5. informasi hiv dan aids yang maksimal.
Dan perlu di ingat bawah tanpa informasi yang terus menerus mengenai HIV maka kasus demi kasus akan terus terjadi, karna banyak individu maupun kelompok belum mengetahui hal ini dengan baik dan benar. Salah satu kekuatan adalah informasi, yang bisa di kemas dalam bentuk apa saja sehingga memudahkan masyarakat lebih familiar dan mudah di mengerti.
Pada akhir pertemuan jam 17.00 wib dilakukan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt Yusak Adii STh,MDiv, mengingatkan kepada mahasiswa baru bahwa kota Jogjakarta adalah kota misterius yang menawarkan segala sesuatu secara terbuka kepada mahasiswa. Kepada mahasiswa hati-hati dengan segala penawarkan yang ditawarkan secara bebas karna akan membuat kita terjerumus kepada kesensaraan. Fokuslah kepada tujuan kuliah dan jagalah tubuhmu agar tetap kudus.(Mdxp)

Selasa, 30 September 2008

“ KITA DIPILIH DAN DIUTUS UNTUK MELAYANI”


Jogjakarta, 29 september 2008

Jogja (BA-PA), bertempat di wisma UKDW kaliurang Jogjakarta, senin 29 September 2008 PD Korintus (Persekutuan Doa Korintus ) Papua Jogjakarta mengadakan Ulang tahunnya yang ke 13 dan perberkatan kepengurusan yang baru dan lama. Menurut sesepuh PD Korintus bpk Hansen Maniburi yang di temani ibu Maniburi menyatakan korintus mempunyai pengalaman yang panjang dengan suka maupun duka pada masa kaka-kaka kalian memulai di tahun 1995 hingga sekarang bisa di pimpin oleh seorang ketua baru lagi. Bapak bangga, korintus masih jalan trus dan dapat mengadakan acara syukuran ulang tahun ke 13. kami sebagai orang tua bangga karna anak-anak bisa melatih diri di organisasi dan juga dapat menguatkan iman dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. harapan ketika pulang ke papua anak-anak tidak akan kaget di dunia kerja tetapi anak-anak punya pengalaman yang bisa diterapkannya.
Pada kesempatan itu Bapak Pdt Lennis Kogoya yang di percayakan menyampaikan renungan syukuran dan juga memberkati Kepengurusan lama sdri Tia Delima yang di angkat ketika sdri stany miranti haurisa yang waktu itu menjadi ketua pulang ke papua karna sudah mengelesaikan study S1 di kampus UGM. Lalu Pdt Kogoya melanjutkan dengan kepengurusan yang baru yang di pimpin oleh seorang wanita lagi (Febby). Ada pesan penting yang di sampaikan oleh pdt lennis kogoya yang juga mahasiswa pascasarjana di STTI (sekolah Tinggi Theologi Injili) Jogjakarta mengemukakan kita kejogjakarta karna sudah dipilih untuk melayani dengan cara menjadi seorang mahasiswa, jadi saudara ada di kampus untuk melayani dan oleh sebab itu layanilah Tuhan dengan tulus dan murni, Seperti tema “ Kita di pilih dan diutus untuk melayani” .
Setelah acara perayaan ibadah dan pelantikan di lanjutkan dengan acara santai berupa games cerdas cermat Alkitab (CCA) agar melatih teman-teman kemampuan akan isi alkitab, ingat ada hadianya demikian di sampaikan oleh febby yang memanduh acara CCA dan games-games lainnya.dan Di lanjutkan dengan foto-foto bersama. (mdxp)

Minggu, 28 September 2008

GUBERNUR PAPUA AKHIRNYA TIDAK MENGUNJUNGI JOGJAKARTA


Jogjakarta, 28 September 2008

Jogja(BA-PA),Waktu yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat , mahasiswa dan pelajar Papua boleh terjawab dengan akan hadirnya bapak gubernur Papua Barnabas Suebu di Jogjakarta pada jumat, 27 september. Sayangnya pertemuan dan kunjungan ini bukan untuk mengunjungi masyarakat, mahasiswa dan pelajar di Jogjakarta yang kurang lebih ada 4000 orang lebih. walaupun yang sering mengundang bapaknya (Gubernur Papua) demikian di ungkapkan Onesimus kambu ketua IPMAPA (Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua) Jogjakarta di kostnya beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan kali ini Gubernur Papua berencana akan mengunjungi Jogjakarta untuk menandatangani MOU dengan Universitas Atma Jaya Jogjakarta pada tanggal 26 atau 27 agustus 2008 di Kampus Univ. atma jaya Jogjakarta (UAJY) Kampus III Jl.babarsari No.44. mengenai tugas belajar bagi pegawai Negeri sipil (PNS) propinsi Papua demikian di ungkapkan oleh salah satu dosen atma jaya fisip ibu meylani yo. Namun sayangnya setelah Panitia pelaksana dies Natalie UAJY ke-43 yang juga mengundang guburnur Papua dalam penandatangan MOU ini menginformasikan bahwa bapak gubernur Papua tidak bisa tiba di Jogjakarta karna ada kesibukan lain.
Pada tempat yang terpisa di hari jumat 26 september, onesimus kambu mengundang setiap ketua paguyuban dari setiap kabupaten untuk berkumpul dalam memberikan respon terhadap kedatangan Guburnur Papua tersebut. Namun sayangnya setelah IPMAPA berkumpul dan mendapatkan informasi dari panitia pelaksana dies natalis UAJY bahwa bapak barnabas suebu tidak bisa datang ke Jogjakarta, maka perkumpulan IPMAPA itu akhirnya membubarkan diri dari asrama mahasiswa Papua Kamasan I Jl.kusumanegara 119 jogjakarta.
Pada acara dies natalis ke 43 ini panitia pelaksana lebih memberikan kepercayaan penuh kepada kawasan wilayah timur khususnya dari Papua. KOMAPA atau Komunitas Mahasiswa Papua atma Jaya JogjakartaI yang beranggotakan kurang lebih 80 mahasiswa untuk memberikan dukungan dalam kegiatas dies ini berupa, mendirikan /membuat stand Papua untuk mempublukasikan budaya Papua, yang mana kegiatannya di selenggarakan pada tanggal 22-26 september bertempat di alaman UAJY Kampus III JL. Babarsari No. 40 sedangkan jumat 26 sepetember jam 17.00 -19.30 wib mengisi prosesi misa syukuran dies natalis dengan tradisi Papua misalnya lagu-lagu Papua, doa dengan menggunakan beberapa suku bahasa Papua, persembahan di iringi dengan tarian Papua, paduan suara (Koor) Papua. Dimana Misa Syukur dies natalies ke-43 di pimpin oleh Romo Pius Riana Prapdi, Pr dengan bacaan injil Lukas 5 : 1-11 dan memberikan judul Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus.
(medexp)