JAYAPURA, JUMAT - Buah merah yang banyak tumbuh di dataran tinggi Papua tidak memiliki efek yang dapat mematikan virus HIV dalam tubuh seseorang, demikian pernyataan resmi Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, dr Nafsiah Mboi Sp.A.
“Dari hasil penelitian, buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna merah mengandung anti oksidan yang berperan meningkatkan daya tahan tubuh. Meskipun begitu, buah merah tidak bisa membunuh virus HIV,” tegas Nafsiah di Jayapura, Jumat (23/11).
Nafsiah mengungkapkan, informasi di kalangan masyarakat Papua yang menyebutkan buah merah dapat mengobati virus HIV dan penyakit AIDS merupakan informasi yang menyesatkan, bahkan dinilai sebagai bentuk pembohongan terhadap publik.
Seseorang yang telah terinfeksi virus HIV, tetap dianjurkan mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan berpola hidup teratur agar daya tahan tubuhnya tidak menurun. Selain itu, yang bersangkutan harus rutin mengkonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV) untuk menghambat laju pertumbuhan virus HIV dalam tubuhnya.
Terkait dengan peningkatan kasus HIV/AIDS di Papua yang sangat signifikan dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, Nafsiah mengatakan masih ada waktu dan kesempatan untuk menyelamatkan Papua dari ancaman kepunahan.
Nafsiah memaparkan data KPA Nasional tentang kelompok yang paling beresiko tinggi tertular HIV/AIDS yakni pengguna narkoba suntik, Pekerja Seks Komersial (PSK) dan pelanggannya, kaum homoseksual, serta warga binaan Lembaga Pemasyarakatan.
Khusus di Papua, katanya, pengguna narkoba suntik prosentasenya sangat minim yang hanya terdapat di Kota Jayapura dan Sorong. Demikian pun dengan kelompok PSK di Papua jumlahnya tidak signifikan. Kelompok ini bisa diberi pembinaan untuk menggunakan kondom saat melakukan transaksi seks dengan pelanggannya.
“Sebetulnya kita bisa mengatasi kasus HIV/AIDS di Papua. Kuncinya terletak pada kita semua, kita tidak boleh hipokrit, munafik dan memfitnah orang lain. Kita semua baik orang Papua maupun pendatang sama-sama bertanggung jawab untuk menyelamatkan Papua,” kata Nafsiah. (ANT/wsn)
Sumber: http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0711/23/053929.htm
Jumat, 19 September 2008
Selasa, 16 September 2008
PEMUTARAN FILM HIV DAN NONTON BOLA BERSAMA
Senin, 15 September 2008
Jogja, (BA-PA), HIV menjadi tantangan bersama di dunia, indonesia dan khusus Papua sehingga pada minggu 15 september jam 17.30 – 18.00 wib bertempat di Asrama kamasan I Jl.kusumanegara No.119 Jogjakarta, di lakukan pertemuan singkat antara Findi duwit, Alber duwit dan Medex Pakage. Untuk membuat pemutaran film hiv di asrama kamasan dengan target peserta dari asrama dan undangan dari teman-teman papua dari luar asrama. Dengan tujuan ada informasi penguatan HIV yang peserta dapati melalui film ini dan melakukan diskusi dari hasil film itu.
Sehingga pada senin, 15 september jam 19.00 wib pemutaran film testimoni ODHA dari papua melalui liputan metro tv dan film Tenius dan Temina dari Yayasan Tangan peduli wamena. Dimana menceritakan tentang bagaimana stigma dan diskriminasi dari masyarakat terhadap ODHA sangat tinggi yang membuat ODHA tertekan secara mental dan fisikis. walaupun keadaannya tertekan, mau tidak mau mereka harus berusaha untuk tetap hidup. Ada banyak pola yang harus di ikuti oleh ODHA misalnya minum obat HIV (ART-Antiretroviral Terapi) secara teratur, pola hidup sehat harus tetap di jaga dan tidak ada diskriminasi dan stigma dari lingkungan, dengan demikian harapannya mereka akan tetap sehat dan bisa melakukan aktivitas seperti yang lainya. Pada akhir pemutaran film medex yang juga sebagai aktivis HIV dan AIDS, pada waktu itu sebagai pembicara memberikan informasi penguatan berupa pencegahan terhadap HIV karna hiv di Papua sudah mempunyai kasus yang banyak, data per 31 desember 2007 berjumlah 3629 kasus sedangkan kalau di Jogjakarta berjumlah 13 kasus HIV dan AIDS, sedangkan diseluruh jawa (Jogjakarta, Jakarta, bandung, Surabaya, malang, solo, salatiga dan semarang) mempunyai jumlah 40 kasus HIV dan AIDS, data ini adalah kasus khusus untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat Papua yang Papua asli (komen) dan amber(Non Papua asli) dari tahun 2003.
Walaupun acaranya tanpa pengalas (tikar dan kursi) karna tempatnya di alaman tengah asrama dan tidak ada snack ataupun minum tetapi teman-teman yang kurang lebih 70 orang itu cukup antusias mengikuti proses ini.
Setelah penutupan pemutaran film hiv dan diskusi singkat dilanjutkan dengan acara santai berupa nonton bersama live Pelita jaya VS Persipura jayapura. Menurut salah satu sesepuh asrama Yanto L acaranya baik oleh sebab itu kita boleh membuat jadwal untuk kegiatan-kegiatan seperti ini.
Terima kasih buat dukungan dari teman-teman asrama kamasan I Jogjakarta , alberd duwit untuk leptopnya, Yayasan binterbusih untuk LCDnya dan Rudolf rudamaga sebagai relawan Hiv yang selalu memberikan dukungan (medexp)
Minggu, 14 September 2008
MAKRAB DAN INFORMASI HIV AIDS SANGAT PENTING
Minggu, 14 September 2008.
Jogja (Bangkit Papua/BA-PA), Data kasus HIV dan AIDS Dinas Kesehatan Propinsi Papua per 31 Desember 2007 kabupaten Mimika mencatat sebagai urutan pertama untuk wilayah Papua dengan jumlah 1478 kasus. Data ini memperihatinkan bagi mahasiswa Papua khususnya mahasiswa timika (IPMAMI).
Pada kesempatan kali ini Mahasiswa timika Jogjakarta mencoba menyiapkan diri untuk menjadi kader papua khususnya dari timika. Maka mahasiswa mengambil kesempatan dengan membuat kegiatan Makrab penyambutan mahasiswa baru Mimika. Yang diadakan pada tanggal 13-14 September 2008 hari sabtu dan minggu bertempat di wisma kaliurang-Jogjakarta dengan tema ”Dengan momen IPMAMI JOGLO, mari eratkan tali persaudaraan dan kebersamaan untuk meningkatkan mutu SDM timika”. Pada hari pertam panitia lebih memberikan materi pengenalan akan lingkungan, organisasi, persatuan dan keakrabanan dengan mahasiswa timika maupun dengan paguyuban lain atau dilingkungan non papua. Pada sesi terakhir di hari pertama panitia memberikan kesempatan kepada Yayasan binterbusih yang di wakili oleh Medex Pakage dan Lusy Yarinap dalam menyampaikan informasi dasar HIV dan AIDS dan pemutaran film testimony ODHA dari Papua oleh metro Papua. Informasi yang di sampaikan adalah pengertian HIV dan AIDS, HIV dan AIDS bisa tertular melalui : 1. Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) 2.menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau bekas. 3.Dari ibu yang positif HIV kepada bayinya melalui proses hamil, melahirkan dan menyusui (ASI). HIV dan AIDS tidak tertular melalui : 1. Gigitan nyamuk, 2. keringat, sentuhan, pelukan ataupun ciuman' 3. berenang bersama, 4. memakai kamar mandi (toilet) bergantian, 5. memakai alat makan bersama. Pencegahan penularan HIV dan AIDS : 1. Jika belum menikah tetap harus puasa seks/ tidak melakukan hubungan seks. perzinahan, dalam ajaran agamapun di catat sebagai dosa. 2. harus tetap setia dengan pasangan anda, jangan ganti-ganti pasangan. 3. kalau tidak bisa tahan dalam melakukan hubungan seksual, harus pakai kondom. 4. hindari penggunaan jarum suntik yang tidak streril. 5. informasi hiv dan aids yang maksimal. dan bagaimana menjaga alat reproduksi yang baik.
Ada beberapa pertanyaan yang di ajukan peserta yang dihadiri kurang lebihnya 90 peserta. menurut salah satu peserta Jefri bahwa jika bapa atau dan ibunya tertular HIV apakah anaknya dapat tertular HIV ?. di jawab oleh medex pakage yang juga perna menjadi manajer kasus HIV bawah, HIV dapat di cegah penularannya kepada bayi. tetapi jika bapa dan atau ibu yang HIV positif harus mengikuti metode pencegahan ibu ke anak dengan cara, pada proses awal Hubungan seks oleh suami istri untuk mempunyai seorang bayi, harus di ukur dengan masa kesuburan dari istri dan mereka harus mengukur jumlah virus dalam tubuh (test viral road ) untuk memastikan kalau mereka mempunyai jumlah virus yang normal (Viral load dibawah 1000) dan dapat melakukan hubungan seks tanpa kondom. Bila perlu istri (perempuan ODHA) menggunakan ART (antiretroviral terapi) untuk mencegah penularan hiv pada proses pertumbuhan janin melalui plasenta, lalu pada proses melahirkan dia dianjurkan untuk melahirkan secara operasi sesar karna kalau tidak akan mudah tertular pada proses melahirkan secara alami, dan pada saat menyusui dianjurkan untuk tidak menggunakan ASI (air susu ibu). Dengan semua upaya ini, kemungkinan bayi terinfeksi dapat dikurangi jauh di bawah 8 persen.
Pada akhir sesi diskusi HIV, ketua panitia sekaligus sesepuh IPMAMI (ikatan pelajajar mahasiswa Mimika) sdr.Robby Omaleng menyatakan kalau IPMAMI Jogjakarta akan mencoba membuat treaning tentang hiv khusus buat mahasiswa timika, dengan tujuan menyiapkan mahasiswa akan informasi hiv agar bisa membantu masyarakat di timika nantinya dan lebih khusus merekapun akan bisa lebih mengontrol dirinya sendiri. Robby omaleng mahasiswa tugas akhir pada STPMD APMD Jogjakarta juga salah satu penerima beasiswa LPMAK menambahkan persiapan makrab kali ini sudah di lakukan pada beberapa bulan lalu dengan pencarian dana berupa swadaya mahasiswa sebesar Rp.2 juta dan sumbangan dari kas IPMAMI sebesar Rp. 2 juta. Dengan dana sebesar itu kami memberanikan diri untuk membuat kegiatan ini dengan tujuan agar komunikasi antara kita akan tetap di bangun dan ada banyak informasi yang bisa di dapat peserta dengan kegiatan makrab ini. Harapannya juga, pemerintah daerah timika, PT.FI dan LPMAK, LEMASA dan LEMASKO dapat memberikan dukungan kepada mahasiswa timika sehingga pengembangan diri di kampus maupun luar kampus dalam bantuk training-training atau kursus-kursus yang dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa untuk pengembangan kota timika nantinya juga.
Kegiatan makrab pada hari kedua lebih pada keakraban antara peserta dan panitia. Dimana peserta yang terdiri dari mahasiswa timika dan simpatisan dari mahasiswa kabupaten di luar timika dan papua, dengan bentuk kegiatan games dan diskusi seputar organisasi IPMAMI.
Yang terpenting tujuan mahasiswa adalah untuk belajar, oleh sebab itu Hati-hati dengan perilaku yang beresiko anda, sebab akan mempermudah penularan IMS, HIV dan AIDS. karna tujuan dan cita-cita anda masih panjang, demikian disampaikan pada akhir pertemuan oleh Medex.
Terima kasih buat teman-teman pendukung IPMAMI, Yayasan Binterbusih buat proyektornya, Alberd duwit buat leptopnya.(medexp)
Langganan:
Postingan (Atom)